• Home
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Terms Of Service
instagram facebook twitter youtube Email

Travel Story


Arzifa
1
"Sekarang kamu tidur. Jangan begadang. Dan jangan Rindu".
"Kenapa ?" Kutanya.
"Berat", jawab Dilan. "Kau gak akan kuat. Biar aku saja".
Malam ini, Zifa tengah fokus membaca novel best seller karya Pidi Baiq di atas tempat tidurnya. Tepat pukul 20.06 WIB, suara ponsel bernada dering Opening besutan Apple kontan mematahkan guratan senyum yang baru saja terbentuk di bibirnya. Dia bergegas melenggangkan kaki berjalan menuju meja yang terletak di pojok kamar kost untuk mengambil ponselnya.
Nomor yang tidak dia kenali tampil di layar ponselnya saat itu. Zifa sempat ragu untuk merespon panggilan tersebut atau tidak. Dia takut akan modus penipuan yang sedang marak terjadi belakangan ini. Setelah berdering cukup lama, akhirnya dengan terpaksa dia mengangkat telepon tersebut, barangkali penting.
"Assalamu'alaikum"
Sambil mengernyitkan dahi, Zifa berusaha mengingat-ingat suara khas yang sepertinya pernah ia kenal sebelumnya. Dia menjawab dengan nada yang agak ragu "Ehmm ... Wa'alaikum salam". Sapaan ramah seorang lelaki pun langsung menyambut ucapannya, "Pripun kabare mbakyu?"
Mendengar suara itu, Zifa terkejut. Dia menarik nafas dalam-dalam kemudian menahannya cukup lama sambil membelalakkan matanya. Suara yang sangat dia kenal hadir kembali menyapanya setelah sekian lama tidak ia dengar di telinga. Jantungnya langsung berdegup kencang saat itu. "Dia? Apakah ini dia?" batinnya.
Zifa hampir tidak bisa mengucapkan sepatah kata apapun setelah mendengar suara di balik telepon itu. Matanya sekejab berbinar setelah mendengar ucapan "mbakyu" yang terlontar dari mulut sang penelpon. Jelas dia sangat hafal siapa yang menjulukinya dengan panggilan seperti itu. "Mbakyu", sapaan khas orang Jawa untuk seorang wanita. Jika menilik ke belakang, sapaan berbahasa Jawa itu sangat melekat di telinganya. Mengingat bahasa Jawa merupakan bahasa pengantar mereka di saat awal perkenalan dulu.
Sedikit banyaknya Zifa mengerti tentang bahasa Jawa. Walaupun dirinya lahir di tanah Sumatera dan dalam kehidupan sehari-harinya dia berbahasa Indonesia, namun ibu dan bapaknya adalah asli keturunan Jawa yang bertransmigrasi ke tanah Sumatera sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Bagi orang yang belum mengenal dirinya pun pasti dapat dengan mudah mengira jika Zifa adalah orang Jawa. Hal tersebut dapat terlihat dari sikap Zifa yang terkenal sangat kalem dan kemayu, tutur katanya yang lembut, dan parasnya yang manis khas wanita Jawa. Dia pun menyadari, tinggal di tanah Sumatera dalam jangka waktu yang cukup lama, belum mampu menghilangkan jiwa-jiwa Jawa yang melekat pada dirinya.
Zifa bingung harus merespon apa. Dia bingung harus senang atau sedih atas kehadiran kembali lelaki itu di dalam hidupnya. "Ini siapa ya?". Zifa bersikap seolah tidak mengenali suara yang sebenarnya sangat familiar di telingannya itu.
"Serius kamu gak tau siapa aku? Aku Izhar, Zif, temanmu di Pare dulu".
"Apa kabar Zif? Ternyata kamu masih pakai nomor ini ya ?!"
Benar, iya benar, dia Izhar. Dia hadir kembali. Seorang lelaki yang sebenarnya sudah sangat lama dinantikan kehadirannya. Setelah lama menghilang, tanpa kabar sedikitpun, dia datang kembali seakan membawa memori-memori di masa lalu. Zifa berusaha sebiasa mungkin menanggapinya, namun tetap tidak bisa. "Alhamdulillah baik, hmmm k-kamu apa kabar?", jawab Zifa dan kembali bertanya dengan nada yang bergetar.
"Aku alhamdulillah baik juga, Zif. Aku denger sekarang kamu udah kerja di Jakarta ya, ngajar?"
Masih dalam perasaan yang sama, jantung Zifa yang berdegub kencang saat itu belum juga mereda. Sejenak diam, Zifa sempat bertanya-tanya dalam hati, dari mana Izhar tahu jika dirinya sudah bekerja di Jakarta, Apakah Izhar selama ini diam-diam mengamatinya.
"Hallo, Zif?!"
Suara Izhar menyadarkannya dari lamunan singkat, "Ehh, sory sory, iya zhar".
"Aku cuma mau bilang, aku juga seminggu ini udah mulai kerja di Jakarta".
"Hah? Dia kerja di Jakarta, bukannya dia masih kuliah ya. Bukannya dia masih semester 4 waktu itu. Kenapa sekarang udah kerja", batinnya.
"Bolehkan sekali waktu kita meet up?"
Ingin rasanya Zifa melontarkan banyak pertanyaan yang sedang menghinggapi pikirannya saat itu, namun dia mengurungkan niatnya. "Ummm I-iya Zhar, boleh, t-tapi kamu tau kan gimana aku?", jawab Zifa seusai menggigit jari telunjuknya sangking kikuknya menghadapi lelaki itu.
"Iya, iya, aku tau, kamu boleh kok bawa temen kamu".
Izhar sudah sangat hafal bagaimana sifat Zifa. Sifat inilah yang membuat Izhar kagum akan sosoknya. Zifa masih setia dalam keistiqomahannya bahkan sampai detik ini. Seakan flashback kepada kenangan di masa lalu, Izhar masih diliputi rasa bersalah atas apa yang telah ia lakukan kepada Zifa, dulu, setahun yang lalu.
---o0o---
3
            Seusai menerima telepon dari Izhar, perasaan kalut menghampirinya. Semua rasa campur aduk bersatu padu di pikirannya. "Sudah cukup lama dia menggantungkan harapan itu, sampai aku tersadar bahwa hal terpahit dalam hidup adalah menggantungkan harapan kepada manusia. Setelah aku benar-benar melupakannya, tiba-tiba dia datang kembali menyapaku, aku bingung harus berbuat apa, apakah dia benar-benar melakukan apa yang sudah dia isyaratkan dulu, kepadaku ?"
Demi mengalihkan pikirannya terhadap Izhar, Zifa mulai memainkan jari-jari tangannya di atas sebuah ponsel bercase ungu miliknya. Sembari menopangkan badannya di atas kasur empuk berukuran sedang, matanya menatap datar layar ponsel di tangannya. Secara random, dia membuka beberapa aplikasi yang ada. Tanpa sengaja, dia membuka folder galerinya saat itu kemudian melihat semua foto yang ada disana. Hukum alam memang, seolah tidak boleh mengalihkan pikirannya dari Izhar, Zifa malah di hadapkan dengan foto-foto kenangan masa lalu bersama Izhar di tempat dimana mereka dipertemukan. Tempat yang sangat istimewa yang menyimpan banyak kenangan bersama Izhar. Bukan hanya bersama Izhar saja, tapi bersama teman-temannya juga. Melihat foto-foto tersebut, Zifa seakan teringat akan pengalamannya saat berkelana di tempat itu setahun yang lalu. Teringat akan pengalamannya yang sungguh mengesankan disana.
Zifa mulai bernostalgia, menghayati foto-foto tersebut dengan seksama, foto-foto hasil jepretan kamera yang berlokasi di ujung timur pulau Jawa. Pulau yang sangat bersejarah bagi dirinya, dimana dia sangat sering menginjakkan kakinya di pulau tersebut demi untuk mencari pengalaman baru. Terkhusus untuk kampung itu, Zifa berusaha mengenang kembali serangkaian cerita di kampung itu. Kampung yang mampu menggoreskan cerita, baik suka maupun duka, tapi kebanyakan sukanya. Kampung yang membuat hari-harinya penuh bahagia selama sebulan tinggal disana. Kampung yang mampu membuatnya gagal move on hingga berbulan-bulan, bertahun-tahun lamanya. Kampung sejuta kenangan, sejuta cinta, cita, dan cerita.
KAMPUNG INGGRIS namanya ...
---o0o---
4
            Di depan ponsel kesayangannya, Zifa hanyut dalam nostalgia, foto-foto yang terkenang disana seakan membawanya kembali ke masa itu, masa dimana dia pernah melalui banyak canda dan tawa, tangisan dan air mata.
Bantal yang menyangga bagian kepalanya, terasa basah saat itu. Tanpa sengaja, air mata mengalir melalui pipi chubby-nya. Zifa rindu akan kebersamaan bersama teman-temannya, terlebih lagi rindu dengan Izhar. Lelaki yang masih menjadi penantiannya, yang pada akhir perpisahan mereka, mengisyaratkan kepada dirinya untuk menunggu sampai Allah mempertemukannya kembali jika Allah memang menjodohkan mereka. Sejenak dia bangkit dari posisi tidurnya, mengusap air mata yang membasahi wajah manisnya.
"Hefffff ..."
Hembusan angin keluar dari lubang hidungnya seusai menarik nafas dalam-dalam. Zifa terharu atas apa yang telah Allah hadiahkan untuknya, pengalaman-pengalaman indah dan berharga yang takkan terlupakan. Dia merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia.
"Ya Allah, terimakasih atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku hingga hari ini, terimakasih telah memberikan skenario indah di dalam hidupku, terimakasih atas pengalaman-pengalaman itu, terimakasih sudah mempertemukanku dengan orang-orang seperti mereka, yang sempat memberikan kebahagian walau sebulan saja, terimakasih ya Allah, aku bersyukur atas semuanya", ucap Zifa dalam hati.
Sembari duduk di atas kasurnya, dia menoleh ke sebuah meja kecil tepat di samping tempat tidurnya. Di atas meja tersebut terdapat sebuah buku bersampul biru bertuliskan inisial dari kepanjangan namanya, B A S -Bunga Arzifa Sativa-. Buku diary yang selalu menjadi saksi atas segala perasaan diri yang selalu menghampiri. Entah itu soal kesedihan, kegundahan, ataupun kebahagiaannya.
"Dear diary ... "
Dengan perlahan, Zifa mencoba memainkan jari-jari tangannya bersama pena bertinta hitam di atas kertas, di salah satu halaman di buku tersebut. Dia mulai merangkai kata demi kata, menuliskan kenangan indah yang tercipta di kampung itu, di Kampung Inggris, kampung dengan sejuta kisah mulai dari kisah persahabatan hingga percintaannya.












Planning
Whatsapp Group - Girls (4)
......................................................................................................................................................
Risa :
"cuy, kayaknya kita gak bisa berangkat bareng, gue sma zifa nyusul ya"
Apuy :
"Lah kenapa sa?"
Me :
"Iya puy, aku gak bisa kalo tanggal 18 berangkatnya, ternyata tanggal 19 ada acara di rumah pakde ku, aku udah diskusiin sama risa, kemungkinan kita berangkatnya tgl 20"
Risa :
"Iya, kita ketemuan aja ya nanti di malang, wkwk"
Apuy :
"Yah, kok sedih sih, gue juga gak bisa kalo di undur, soalnya udah bilang sama om tante berangkatnya tanggal 18, kan resepsi sepupu gue tanggal 20 itu"
Me :
"Maapin aku yah, mendadak gini ngasih kabarnya"
.........
.........
.........
Tita :
"Ya ampun udah banyak banget chatnya, maaf telat pemirsa"
......................................................................................................................................................
Risa, Putri (Apuy), dan Tita, tiga orang wanita yang menjadi teman akrab Zifa semasa penelitiannya. Mereka berempat kuliah di jurusan yang sama dan semakin akrab karena dihadapkan dengan dosen pembimbing yang sama juga. November-April adalah bulan-bulan yang sangat menguras tenaga, jiwa, dan pikiran mereka dalam menyelesaikan penelitian sekaligus skripsinya. Bulan-bulan dimana penuh dengan revisi, revisi, dan revisi. Setelah berjuang sekuat tenaga, akhirnya mereka dapat menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya dan kemudian sidang -ujian komprehensif- di tanggal yang hampir berdekatan.
Sebulan lamanya mereka menunggu untuk di wisuda. Di waktu tersebut, mereka disibukkan dengan segala urusan persiapan wisuda, mulai dari pendaftaran wisuda yang berbelit-belit urusannya baik di jurusan, fakultas, maupun universitas, hingga persiapan perlengkapan wisuda yang sama riweuhnya, seperti memesan kebaya, booking tempat make-up, tempat foto, meminjam toga, dan lain sebagainya.
Di tengah-tengah kesibukan tersebut, mereka menyempatkan diri menyusun rencana, merealisasikan sebuah keinginan yang tercetus pada saat penelitian, pergi ke Jawa Timur bersama-sama. Zifa dan Risa yang memang dari semester 5 sudah berniat untuk belajar di Kampung Inggris setelah wisuda, tidak sengaja mengobrol dengan Apuy yang memang berkeinginan untuk bekerja di Malang setelah wisuda juga. Jarak yang lumayan dekat antara Malang dan Kediri memutuskan mereka untuk pergi bersama-sama.
---o0o---
Maret, 2017
Kala itu, tepatnya saat jam makan siang, Risa dan Apuy duduk di ruang asisten di Laboratorium Botani tempat mereka melakukan penelitian. Sebagai mahasiswi semester akhir, selain melakukan penelitian dan mengerjakan skripsinya, mereka juga ditugaskan untuk menjadi asisten dosen salah satu praktikum mata kuliah yang berhubungan dengan skripsi mereka, begitupun dengan Zifa dan Tita.
"Eh, gue sama Zifa punya rencana ke Kampung Inggris loh abis wisuda", ucap Risa seusai mengunyah roti sandwich yang dibelinya saat akan ke kampus tadi pagi.
"Wah, serius ? Kampung Inggris yang di Kediri itu kan ?" jawab Apuy terkejut dan sejenak berhenti mengerjakan skripsi di laptop birunya. "Gue juga pengen loh sa, tapi gimana, gak punya duit", lanjutnya sambil menatap Risa dengan wajah yang memelas.
"Iya puy, kita emang udah lama punya rencana ini, kalau gak salah dari semester 5 deh, jadi emang udah nabung dari dulu", jawab Risa.
Sambil melanjutkan mengerjakan skripsi yang sedang menjadi prioritas utamanya itu, Apuy memberikan penawaran yang menarik kepada Risa, "Eh, ntar dulu deh, tapi gue juga ada rencana nyari kerja di Malang loh sa, kan ada om tante gue disana, jadi gue bisa tinggal sama mereka, hmmm apa kita berangkat bareng aja? Kan Malang sama Kediri deket tuh, dan kalau dari bandara Juanda mau ke Kediri pasti lewat Malang kan ? Kalian mampir aja dulu ke Malang, jalan-jalan dulu di Malang, nanti gue ajak deh keliling-keliling Malang".
Gayung bersambut, layaknya tengah mendapatkan kabar dari sang mantan kesayangan, Risa pun merespon heboh perkataan yang terlontar dari bibir Apuy, dengan segera dia menegak segelas air mineral yang ada di tangannya, mendorong makanan yang masih tersisa di ujung kerongkongan, kemudian berkata, "wah ide bagus tuh! boleh banget, gue mau banget puy!", seru Risa. "nanti lah ya gue bilang ke Zifa, pasti dia mau juga", lanjutnya.
"Oke siap sa".
---o0o---
"Zif! Tungguin gue". Terdengar samar-samar suara cempreng Tita memanggil Zifa yang sepertinya sedang menaiki anak buah tangga.
"Nah itu dia Zifa!", ucap Risa sambil mengangkat jari telunjuknya ke atas dengan wajah yang sumringah dan mulut yang menganga.
"Assalamu'alaikum".
Salam serentak Zifa dan Tita berhasil membuat gaduh seisi ruang asisten saat itu, apalagi suara cempreng Tita yang tak kalah berisiknya dengan speaker soak. Mereka masuk ke Laboratorium Botani yang terletak di lantai dua setelah sebelumnya melewati tangga darurat yang terbuat dari besi, yang jika orang-orang melaluinya, pasti akan sangat berisik.
"Ta, lu dicariin bu Cathy tadi, katanya suruh ngadep dia sekarang!" Ucap Angga yang merupakan teman satu penelitiannya di Laboratorium Botani. "Iya sono ta, buruan!" Sahut Risa dan Apuy bersamaan.
Dengan mimik muka yang tampaknya masih lelah seusai menaiki 20 anak buah tangga, Tita mengiyakan seruan teman-temannya dan bergegas menuju ruangan bu Cathy yang terletak di samping ruang asisten.
Sesaat kemudian, Zifa meletakkan sepatunya di sebuah rak yang terletak di balik ambang pintu dan hendak menggantikannya dengan sandal. Belum sempat memasukkan jemari kakinya ke dalam sandal, Risa dengan sigap menarik tangan Zifa dan mengajaknya untuk duduk di sampingnya bersama Apuy yang masih saja fokus di depan laptopnya. Dengan semangat dan perasaan yang menggebu-gebu, Risa memberitahu Zifa tentang hasil pembicaraannya dengan Apuy beberapa menit lalu. Respon Zifa sangat sesuai dengan ekspektasi, dia mengiyakan ajakan Risa dan Apuy dengan semangat yang membara.
"Wahhhhhh, aku juga pengen banget ke Malang lagi, jalan-jalan disana, udah lama banget gak kesana !", seru Zifa tak kalah hebohnya dengan Risa. Walaupun Zifa sangat terkenal dengan sifat kalemnya, tapi jika sudah disandingkan dengan Risa, Apuy, dan Tita, sifat yang mendarah daging tersebut seakan luntur. "gimana kalo kita semingguan di Malangnya, biar puas gitu", lanjutnya sambil menjentikkan ibu jari dan jari tengahnya sehingga menghasilkan sebuah suara.
Zifa memang sudah dua kali menginjakkan kakinya di daerah tersebut -karena kakak kandungnya pernah berkuliah di Universitas Negeri Malang. Namun entah apa yang membuatnya tidak pernah bosan untuk terus kesana. Mungkin karena udara di Malang yang sangat bersahabat, adem dan menenangkan, atau juga mungkin karena pemandangannya yang menakjubkan. Apalagi daerah Malang Raya punya kota wisata yang sangat terkenal dengan suhu dinginnya, Kota Batu namanya. Zifa sangat suka dengan suhu dingin. Sering kali dia berkhayal jika berada dalam kondisi tersebut, khayalannya tak jauh-jauh dari musim salju di Korea Selatan, yang sangat ingin dia merasakan sensasi dinginnya disana.
Sejauh daerah-daerah di pulau Jawa yang pernah Zifa singgahi, Malang menjadi daerah nomor satu yang selalu terkenang di hati. Daerah yang selalu membuatnya rindu berkali-kali, rindu akan makanannya, mulai dari bakso, sempol, dan pentol, hingga minuman yang menjadi andalannya "Susu Yogurt Ganesha" yang terletak di seberang alun-alun Batu, rindu akan kehangatan orang-orangnya yang sangat ramah dengan warga pendatang dan rindu akan wilayahnya yang banyak ditumbuhi tanaman buah-buahan.
---o0o---
Tita, wanita bersuara cempreng dan sangat mengidolakan penyanyi beken Syahrini, yang sedari tadi menemui bu Cathy akhirnya datang membawa skripsinya yang sudah di koreksi dosen pembimbingnya itu. Bukannya mengucap salam, dia malah berteriak gembira dan berucap "Alhamdulillah, revisinya gak banyak-banyak amat, hahaha". Tita lekas berjalan ke arah rak buku yang ada di sudut labaratorium botani hendak mengambil beberapa buku acuan.
"Pantes cepet", sambut Risa. "Eh ajak Tita aja kalo nggak, biar rame", ucap Risa sambil menatap Zifa dan Apuy dengan ekspresi yang seolah tengah menemukan ide yang cemerlang.
Tita yang sedang menggapai buku di bagian rak paling atas, mendengar ucapan Risa tersebut dan langsung berteriak dengan nada khasnya, "Ajak kemana sih, wagelaseh gak ngomong-ngomong, beuh parah beuh!"
"Sini makanya ta, buruan!", seru Zifa.
Tanpa perlu basa-basi dan tak mau menunggu lama Tita melangkahkan kaki ke tempat mereka berkumpul, Apuy menyatakan pembicaraan mereka, "Kita mau ke Malang ta abis wisuda".
Dengan respon yang sigap, Tita langsung berlari menuju mereka meninggalkan buku-buku acuan yang belum sempat di ambilnya, "wihhh kalian pada mau ke Malang abis wisuda ???"
Apuy : "iya ta, gue mau nyari kerja di Malang dan ternyata Zifa sama Risa mau ke Kampung Inggris juga terus rencananya bakal main sebentar di Malang sebelum kursus mulai".
Zifa : "bener ta, rencananya sih mau berangkat barengan nanti, apa kamu mau ikut juga ta jalan-jalan di Malang?"
Tita pun menyatakan keinginannya untuk ikut, katanya sih pengen jalan-jalan di Malang karena wisata di Malang bagus-bagus. "Wahhh gue mau ikut dong, gue pengen banget ke Malang dari dulu, disana kan terkenal banget tempat wisatanya, instragamable juga".
Risa kontan merespon ucapan Tita. Pukulan lembut mendarat di lengan Tita hingga membuat tubuhnya terdorong dari posisi semula, "Ah lu mah instagram mele", ujar Risa kemudian terkekeh.
"Ya biarin dong", sahut Tita sambil menjulurkan lidahnya "mwekk".
I’m Coming

"Astaghfirullah!"
Teriakan Zifa berhasil mengacaukan konsentrasi perempuan di sebelahnya yang sedang asyik bermain game online. "Ih Zifa! Ngagetin deh!", ucapnya sambil menekan tombol pause yang ada di layar handphone.
Seakan menunjukkan ekspresi seperti ada sesuatu yang terlupa, Zifa menepuk jidatnya cukup kencang dan berkeluh kepada teman perempuannya itu, "Risaaaa ... yah!". Rengekan kecil yang dibuat-buat Zifa membuat Risa semakin penasaran, "Kenapa Zif?".
"Rok itemku ketinggalan di atas meja kamar, lupa dimasukin koper tadi, gimana dong sa?".
Risa langsung merespon dengan helaan nafas yang cukup panjang seakan menyepelekan omongan Zifa, "Ah elah Zif, gue kira apa, ya udah gampang, beli lagi aja nanti di Malang, seru Risa. "Lagian gak penting-penting juga kan, gue kira dompet atau apa gitu yang ketinggalan", lanjutnya sesaat kemudian melanjutkan game onlinenya.
"Ah yaudah deh", jawab Zifa dengan nada yang tampak berat untuk mengikhlaskannya setelah sebelumnya menyambungkan earphone plug dengan handphonenya.
---o0o---
Pagi itu cukup ramai. Semua orang tampak sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang hanya menunduk bermain gadget sama seperti mereka, ada yang mengobrol


Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Assalamu'alaikum semua ...
21 Desember 2019, petualangan dimulai. Malam-malam tepat jam 10, kami berangkat dari Bandar Lampung menuju Jakarta. Malam itu, aku masih belum nyangka kalau pada akhirnya bisa mengambil kesempatan ini, masih belum nyangka bisa berpetualang ke luar negeri lagi. Karena sebelum rencana ini terjadi, aku cuma berencana liburan di dalam negeri aja, yang deket-deket aja. Tapi dikarenakan satu dan lain hal, rencana jalan-jalan ke malang gagal dan akhirnya digantikan rencana yang lainnya oleh Allah. Yah menurutku, ini udah jalan Allah, manusia bisa berencana, tapi tetep Allah lah yang menentukan kemana kaki ini melangkah. Beruntungnya rencana yang dikasih Allah ini lebih membahagiakan. Alhamdulillah.


'Everyone can fly', thanks airasia tiket murahnya

I wanna tell you everyone, gimana ceritanya bisa melancong jauh kesana. Jadi ceritanya, temenku ade, kalian yang udah baca artikel-artikelku sebelumnya, pasti tau siapa dia, si racun promo, yang sekalinya nawarin racun bikin ketagihan, ngasih info tiket promo airasia lagi di november 2019 lalu. Aku yang gampang tergiur akan hal-hal seperti itu, langsung merespon dengan semangat mengobar-ngobar dan sangat ingin mengiyakan tawaran tersebut. Walaupun sangat ingin, tentu banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk benar-benar mengiyakan tawaran ade, terutama masalah dana dan izin orang tua. Setelah mempertimbangkan banyak hal, mencukupkan budget yang ada di tabungan dan mendapat restu orangtua, terutama restu ibu yang paling susah didapatkan, akhirnya aku deal untuk mengambil kesempatan itu, kesempatan untuk going abroad lagi. Bismillah.


Kesampean juga pake koper roda empat hehe

Tiket Promo PP KL-Macau akhirnya issued. Bukan cuma aku dan Ade yang berangkat, ada Mak Ika rekan kerjanya Ade dan Teh Yanu teman lamanya Mak Ika yang juga ikut dalam trip kali ini. Berempat itu jumlah yang pas dalam hal travelling, share costnya lebih ringan, kalau duduk di bus bisa berdua berdua, bisa pesen kamar hotel yang lebih murah, dan kalau nyasar-nyasar nggak terlalu worry karena kan rame-rame. Kami booking tiket kurang lebih sebulan sebelum berangkat. Trip kali ini adalah trip paling 'ndadak' sepanjang perjalanan hidup karena kita cuma punya waktu sebulan untuk mempersiapkan semua-muanya.


Prepare sebelum berangkat, simpan uang di tempat yang aman

Oke, berhubung ini adalah trip yang kami lakukan sendiri, dalam artian bukan ikut tourtravel, ngurus apa-apanya juga sendiri, jadi mungkin di artikel ini banyak hal-hal informatif yang ingin aku bagikan untuk temen-temen diluar sana yang pengen berpetualang dengan budget yang hemat dan irit mulai dari transportasinya, akomodasinya, makanannya, serta tempat-tempat wisata gratisnya. Aku akan jelaskan sebisa aku menjelaskan yaa teman-teman. Mulai dari ...

1. TRANSPORTASI

Seperti yang udah aku jelaskan sebelumnya, kami dapet tiket promo KL - Macau yang artinya start keberangkatannya dari Kuala Lumpur. Harga tiket promo yang didapat adalah sebesar 1 jutaan untuk tiket PP. Gimana caranya bisa dapet tiket promo? Caranya adalah dengan sering-sering melihat iklannya di televisi maupun websitenya airasia. Airasia adalah salah satu maskapai asia yang sering menawarkan tiket promo gila-gilaan. Waktu itu kita dapet promo akhir tahunnya Airasia dan itu final call jadi bener-bener harus gercep ngebook tiketnya. Selain itu, jadi member bigpoint-nya Airasia juga bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan, bisa dapet potongan harga dengan menggunakan poin yang kita punya.



Nah berhubung promo yang didapet berangkat dari Kuala Lumpur, jadi kami mesti nyari tiket lagi untuk ke Kuala Lumpurnya. Agak drama sih nyari tiket ke KL karena waktu keberangkatan yang mepet jadi dapet harga yang lumayan mahal. Waktu itu kami dapet harga yang termurah dari maskapai Lion Air sebesar 900 ribuan JKT - KL. Ini termasuk mahal yaa teman, kalian bisa dapet harga yang lebih murah kalau mesennya jauh-jauh hari atau dapet promo, normalnya itu 200-400 ribuan. Nah untuk tiket pulang KL - JKT, kami dapet harga termurah dari maskapai Airasia yaitu sebesar 500 ribuan, ini termasuk harga standar menurut kami. Jadi total harga tiket pesawat PP seluruhnya dari Jakarta ke Macau adalah sebesar 2,5 jutaan (ini hitungan kasar termasuk naninu-naninunya, total pembulatannya). Untuk perjalanan ke Hongkong, kami menaiki kapal ferry dari Macau dengan harga sebesar 175 HKD yang jika dirupiahkan kurang lebih 315 ribuan. Perjalanan pulang, kami menggunakan cara yang sama yaitu naik kapal ferry juga dengan harga tiket sebesar 186 HKD atau 20 ribu rupiah lebih mahal dari sebelumnya.


Cotai Water Jet

Untuk transportasi lokalnya, di Hongkong kami membeli MTR tourist day pass. Sejenis kartu turis untuk naik MTR, bisa dipakai sepuasnya kemanapun kita pergi. Harga kartunya yaitu sebesar 65 HKD (kurs Rp. 1800). Sesuai dengan namanya 'day pass' kartu ini hanya bisa dipakai selama 24 jam. Menurut kami, kartu ini worth it untuk kalian yang memang ingin menjangkau seluruh wilayah hongkong dalam waktu 24 jam. Untuk kalian yang ingin stay lama di hongkong bisa menggunakan Octopus Card, sejenis e-money yang bisa dipakai untuk naik bus, ferry, tram, untuk pembelian di toko, supermarket, mesin penjual dan lain-lain. Harganya yaitu sebesar 150 HKD, 50 HKD sebagai saldo yang kita punya dan 100 HKD sebagai deposit yang bisa ditarik kalau kita mengembalikan kartunya selesai pakai.


MTR Tourist Day Pass

Di Makau, kami kemana-mana naik bus umum. FYI, disana emang nggak ada sistem transportasi seperti MTR dan sejenisnya. Jadi, dikarenakan naik bus emang agak sedikit membingungkan waktu awal-awal sampai. Mesti dipahami benar-benar rute busnya dan harus banyak nanya sama orang lokal. Ditambah lagi tulisan rute bus yang tertera nggak pakai bahasa inggris tapi pakai bahasa portugis dan cina, jadi ya harus take care biar nggak nyasar. Tapi so far so good lah kalau udah paham, semua kesulitan pasti ada kemudahan. Sama seperti di negara maju lainnya, naik bus di makau punya aturan, masuk dari pintu depan, bayar terlebih dahulu  dengan cara memasukkan uang koin/kertas ke dalam tempat yang tersedia atau bisa juga dengan meng-tap kartu e-money yang terintegrasi untuk pembayaran bus, lalu kalau sudah sampai, turun lewat pintu tengah. Ohya, untuk informasi mengenai kartu, aku nggak seberapa paham karena kemarin nggak pakai cara itu. Pembayaran yang kami lakukan adalah cash dengan uang pas. Kudu harus pakai uang pas karena mereka nggak menyediakan kembalian. Tarif sekali jalannya adalah sebesar 6 HKD. Tarif ini berlaku untuk segala tujuan, jauh maupun dekat.


Bus di Macau

Untuk transportasi di Kuala Lumpur, kami menggunakan beberapa jenis moda transportasi, seperti LRT, bus, dan taksi online. Kuala Lumpur benar-benar negara yang ramah turis. Disana disediakan bus gratis bernama GoKL yang bisa kalian naiki sepuasnya sesuai rute bus yang tersedia. 


Bas Percuma - Bus Gratis GoKL

Berikut rincian budget untuk transportasinya. Btw harga ini untuk satu orang ya.



DESTINATION
BUDGET
IDR/MYR/HKD
IDR only
Jakarta - Kuala Lumpur (by Lion Air)
 IDR             906,500
 IDR             906,500
Kuala Lumpur
KLIA2 - KL Sentral
 MYR                     12
 IDR               41,040

KL Sentral - Pasar Seni
 MYR                    1.3
 IDR                 4,446

Hotel - Masjid Negara
 MYR                       2
 IDR                 6,840

KLCC - Pasar Seni
 MYR                    2.4
 IDR                 8,208

Pasar Seni - KL Sentral
 MYR                    1.3
 IDR                 4,446

KL Sentral - KLIA2
 MYR                     12
 IDR               41,040
Kuala Lumpur - Macau (by AirAsia)
 IDR              554,892
 IDR             554,892
Macau
Bandara Macau - Ferry Terminal
 HKD                        6
 IDR               10,800
Macau - Hongkong (by Cotai Water Jet)
 HKD                   175
 IDR             315,000
Hongkong
Tourist Day Pass
 HKD                      65
 IDR             117,000
Hongkong - Macau (by Turbo Jet)
 HKD                   186
 IDR             334,800
Macau
Ferry Terminal - Hotel
 HKD                        6
 IDR               10,800

Hotel - The Venetian
 HKD                        6
 IDR               10,800

The Venetian - Hotel
 HKD                        6
 IDR               10,800

Hotel - Bandara Macau
 HKD                        6
 IDR               10,800
Macau - Kuala Lumpur (by AirAsia)
 IDR             554,892
 IDR             554,892
Kuala Lumpur
KLIA2 - KL Sentral
 MYR                     12
 IDR               41,040

KL Sentral - Pasar Seni
 MYR                    1.3
 IDR                 4,446

Pasar Seni - KL Sentral
 MYR                    1.3
 IDR                 4,446

KL Sentral - Pasar Seni
 MYR                    1.3
 IDR                 4,446

Pasar Seni - KL Sentral
 MYR                    1.3
 IDR                 4,446

KL Sentral - Genting
 MYR                     20
 IDR               68,400

Skyway (PP)
 MYR                     18
 IDR               61,560

Genting - St. Gombak
 MYR                     20
 IDR               68,400

St. Gombak - Pasar Seni
 MYR                       4
 IDR               13,680

Pasar Seni - KL Sentral
 MYR                    1.3
 IDR                 4,446

KL Sentral - KLIA2
 MYR                     12
 IDR               41,040
Kuala Lumpur - Jakarta (by AirAsia)
 IDR             549,529
 IDR             549,529

 IDR         3,808,983
2. Akomodasi

Selama di Hongkong, kami menginap di sebuah guest house yang ada di daerah Tsim Tsa Tsui, tepatnya di Nathan Road. Guest house ini berada di dalam sebuah gedung bernama ‘Mirador Mansion’. Letak gedungnya tidak jauh dari Kowloon Mosque, masjid terbesar yang ada di Hongkong. Harga permalamnya sekitar 500 ribu untuk 4 orang. Seperti kebanyakan guest house di Hongkong, ukuran kamarnya sangat kecil, cukup press untuk dua ranjang tidur dan bath room. Overall, walaupun kamarnya kecil tapi nggak mengecewakan. Kebersihan kamarnya oke dan kasurnya cukup nyaman untuk kami tempati.


Cosmic Guest House

Berbeda dengan di Hongkong, di Macau kami menginap di sebuah hotel. Sedikit naik kelas dari sebelumnya karena memang di Macau sangat susah menemukan penginapan seperti guest house atau hostel yang terkenal berharga murah. Jadinya kami memilih hotel dengan harga paling murah di traveloka. Harga termurahnya pun masih mahal menurut kami, pengen cry tapi mau bagaimana lagi, terpaksa pesan daripada gelandangan di jalan hehe. Harga permalamnya adalah sekitar 700 ribu untuk 2 orang. Yap 2 orang, jadi kami pesan 2 kamar. Letak hotelnya lumayan dekat dengan Senado Square dan Ruin St. Paul, situs sejarah terkenal yang dijadikan sebagai tempat objek wisata.  


Holiday Hotel

Untuk di Kuala Lumpur, kami memilih hostel dan hotel bintang 1 sebagai tempat menginap. Berhubung Kuala Lumpur adalah tempat transit pulang dan pergi, jadinya kami menginap dua sesi, sesi pertama saat transit pergi yaitu satu malam di hostel dan satu malam di bandara, kemudian sesi kedua saat transit pulang yaitu dua malam di hotel. Hostel dan hotel yang kami tinggali terletak di dekat Pasar Seni. Harga permalam untuk hostel yaitu sekitar 200 ribu untuk 4 orang dan hotel sekitar 400 ribu untuk 4 orang.


The Bed Station

Berikut rincian budget untuk akomodasinya. Btw harga ini untuk satu orang ya.

Destination
Budget
Kuala Lumpur
The Bed Station
 IDR               54,055
Hongkong
Cosmic Guest House
 IDR             246,938
Macau
Holiday Hotel
 IDR             344,343
Kuala Lumpur
KL Point Hotel
 IDR             153,900

 IDR             799,236

Oke sekian dulu penjelasan tentang budget transportasi dan akomodasinya, dilanjut di artikel selanjutnya yaaa, see you.
Wassalamu’alaikum
  
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

dhediary's update

About Me

Hi, you

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • youtube
  • Google+
  • pinterest

Instagram

@adherahma_

Youtube

Blog Archive

  • March 2020 (1)
  • January 2020 (1)
  • August 2018 (1)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates